create by : Ismaya- Haurgeulis
SELAYANG PANDANG
Gereja Kristen Pasundan Jemaat Haurgeulis
Alamat : Jl Siliwangi No. 37 Haurgeulis Indramayu 45264
Telepon : 0234-741455
Gembala Jemaat : Pdt. Budi Triadi Kaidun, S.Th.
Visi : MENJADI GEREJA BAGI SESAMA
Misi : BERSEKUTU, MELAYANI DAN BERSAKSI
Tema tahun 2007 - 2012 : Lakukanlah ketetapan dan peraturan Allah
dalam kesetiaan KepadaNya (Ulangan 6:3b)
Sub tema kerja 2008/2009 : Menumbuhkembangkan moralitas dan
spiritualitas yang semakin mengakar pada nilai-nilai hidup Kristus,
dan menjadi persekutuan yang mampu memberi sumbangsih
mewujudkan kehidupan yang berkeadian dan beradab.
Peribadahan :
Minggu - Kebaktian Anak - Pkl. 07.30
Minggu - Kebaktian Umum - Pkl. 09.00
Senin - Kebaktian diakonia - Pkl. 09.00 (minggu ke 4)
Selasa - Kebaktian Pria (KKP) - Pkl. 19.00 (minggu ke 2,4)
Rabu - Kebaktian tengah Minggu - Pkl. 19.00
Jumat - Kebaktian Kaum Perempuan - Pkl. 16.00
Sabtu - Kebaktian Pemuda/Remaja - Pkl. 19.00
Pembinaan :
Kamis - Rapat Majelis - Pkl. 17.00
Selasa - Katekisasi dan PAK SMP/SMA - Pkl. 18.00
Jumat - Katekisasi Dewasa - Pkl. 18.00
Senin,Rabu,Sabtu - Paduan suara - Pkl. 19.00
Keesaan :
Senin dan Kamis - Bulu tangkis
Rabu dan Jumat - Tenis Meja
Sabtu - Sepak Bola
Pokok doa :
1. Jemaat semakin diberkati Rohani dan Jasmani
2. Jemaat semakin bertekun dalam peribadahan
3. Jemaat semakin erat, bersehati, bersatu dalam ikatan kasih
4. Ibunda Khi Hien di rawat di Rumah sakit Boromeus (berita tgl 30 jun 08 pk. 7.58)
RIWAYAT GEREJA KRISTEN PASUNDAN HAURGEULIS
TIM Penyusun : Sobada Stra, Matius Saleh (alm), Tjwan Beng (alm)
sumber : buku acara HUT ke 50 tahun GKP Haurgeulis, pada tanggal 13 Oktober 2008
Akibat dibakarnya GKP RECHOBOTH oleh gerombolan pengacau pada tanggal 7 AGustus 1957, maka jemaatnya menginggalkan desa Rechoboth - Tamiyang, dan sebagian besar pindah ke daerah Babakan Jati - Haurgeulis. Di daerah ini setiap hari Minggu mereka tetap mengadakan kebaktian di rumah ibu Sipah, dipimpin Guru Injil bapak Kama.
Badan Pekerja Sinode sangat memperhatikan kebutuhan mereka, kemudian BPS memberikan dana untuk membeli tanah dan untuk membangun rumah ibadah. maka pada tanggal 13 Oktober 1957 dibangunlah rumah ibadah di Babakanjati dengan nama GKP Rechoboth - Babakanjati, dilayani oleh guru injil bapak Kama. Namun kemudian bapak Kama pindah ke desa Panguragan - Arjawinangun. Pelayanan di GKI Rechoboth - Babakanjati diteruskan oleh Majelis Jemaat, Bapak Timotius Kassan dengan pendeta bapak Pt. Kesa Yunus selaku pendeta Konsulen.
Pdt. Kesa Yunus bila melayani di GKP Rechoboth - Babakanjati menginap di rumah bapak Oey Tjay Hok yang mantan muridnya semasa zending. Bapak Oey Tjay Hok sahabat karib bapak Tjoe Hon Tjeng, anggota GKI Indramayu yang menetap di Haurgeulis. Mereka selalu mengikuti kebaktian di GKP Rechoboth - Babakanjati.
Kerena setiap musim penghujan jalan menuju ke GKP Rechoboth - Babakanjati itu becek, maka bapak Tjoe Hong Tjeng dan bapak Oey Tjay Hok (bapak dari Bapak Arif Rivan) menyarankan untuk memindahkan GKP Rechoboth - Babakanjati, ketempat yang lebih baik, jemaat menyetujui, maka bangunan dan tanahnya dijual dan hasil penjualan tanah itu dengan ditambah dari dana pribadi Tjoe Hong Tjeng dan sumbangan donatur lainnya, dibelikan tanah milik bapak Usup di desa Haurgeulis, dan diatas tanah tersebut didirakan rumah ibadah GKP Haurgeulis, diresmikan pada tanggal 3 April 1961 oleh Pdt Kesa Yunus (sekarang eks rumah ibadah itu ditempati bapak Martono).
Perubahan nama GKP Rechoboth - Babakanjati menjadi GKP Haurgeulis, atas saran Pdt. Kesa Yunus dengan alasan, bahwa jemaat asal desa Rechoboth Tamiyang sebagian besar kembali ke desanya karena situasi sudha aman. selain rumah ibadah, disebelah utaranya didirikan pula rumah yang digunakan untuk tempat tinggal pelayan (pastori) sekarang jadi pendopo.
Peranan bapak Tjoe Hong Tjeng untuk memberitakan Injil kepada suku Tiong Hwa cukup gigih. Ia bersama-sama dengan Tua-Tua Jemaat memberitakan Injil dari rumah ke rumah.
Adapun Tua-Tua atau Pelayan yang dimaksud yaitu :
1. Timotius Kassan (MJ) 1958 - 1961
2. Obed Rikin (Guru Injil) 1961 - 1963
3. Muhali Sairun (Vikaris) 1963 - 1964
4. Sobana Setra (MJ) 1963 - 1968
Karena gedung GKP Haurgeulis tersebut sudah tidak memadai lagi untuk menampung jemaat, maaka bapak Tjoe Hong Tjeng membeli tanah di sebelah utara Pastori (tanah bapak Warlan) selanjutnya bapak Tjoe Hong Tjeng selaku ketua panitia pembangunan gedung GKP Haurgeulis, membongkar pastori, kemudian diatas tanah bekas pstori dan di atas tanah yang baru dibeli dibangunlah gedung GKP Haurgeulis, hanya sayang tidak sampai selesai. Pembangunan dilanjutkan oleh bapak Tan Tjwan Lim (papah pertua ibu Yetty O An) selaku ketua panitia menggantikan bapak Tjoe Hong Tjeng.
Setelah pembangunan itu selesai, maka tanggal 4 Juli 1968 GKP yang baru, diresmikan oleh Pdt. Suryana. adapun pelayan-pelayannya :
1. PDT. Kesa Yunus (Pdt. Konsulan)
2. Sobana Setra (MJ) 1963 - 1968
3. Martono (MJ) 1969 - 1981
4.Tresna Purnama, S.Th 1969 - 1970
5. Kurniada Lampung, S.Th (Vik 1981)
ditahbiskan ke dalam jabatan Pendeta tanggal 14 Januari 1982
Dan akhir masa bakti di GKP Haurgeulis 24 Oktober 2001.
6. Obertina Modesta Johanis, S.Si (Vik 30 September 2001)
ditahbiskan kedalam jabatan Pendeta tanggal 22 September 2003
7. Pdt. Budi Triadi Kaidun, S.Th 30 Agustus 2006
Demikian riwayat GKP Haurgeulis.
SUSUNAN MAJELIS GKP HAURGEULIS PERIODE 2005 - 2010
Ketua Umum : Pdt. Budi Triadi Kaidun, S.Th
Ketua Majelis : Sukardjo Yam Hwat
Sekretaris : Chandra Ismaya, S.E
Bendahara I : Yeti Gwat Hwa
Bendahara II : Erni Swat Nio
Majelis bidang KPA : Swat Lie
Majelis bidang KPR : Anton Hilman
Majelis bidang K.K.Pria : Jayadi
Majelis bidang Pelayanan Kasih : Torang Mangido Tua Nababan
Majelis bidang Haramuger : Nurhayati Yayat
Majelis bidang Kedukaan : Sarwa Setiadi
Majelis bidang Harta Milik : yetty Oan
Majelis bidang Litbang : Chandra Ismaya, S.E.
Majelis bidang Pelawatan : Anton Hilman
Minggu, 22 Juni 2008
Jumat, 20 Juni 2008
Memberdayakan keberadaan sekolah minus menjadi mandiri.
Kita tidak bisa pungkiri keadaan saat-saat ini serba susah. Banyak keluarga-keluarga yang tidak dapat menyekolahkan anaknya karena keadaan ekonomi yang lemah, pendapatan yang tidak memadai sebagai pemicu kenapa anak-anak tidak disekolahkan, kalaupun ada kenaikkan pendapatan maka itu tidak seimbang dengan kenaikan kebutuhan pokok. Jika demikan apakah sekolah yang berpondasi pada pelayanan tidak dapat membuka pintu untuk mereka ? atau kita hanya akan mengandalkan donator ? pertanyaannya sampai kapankah donator akan membantu ? (pemikiran penulis) sebenarnya sekolah sekolah minus dapat menagani hal ini asal
Kerja sama yang baik antara Yayasan dan Sekolah
Satu tujuan
Dapat melihat kebutuhan yang ada di sekitar sekolah
Untuk point ke 3 dapat melihat kebutuhan yang ada disekitar tidaklah perlu seorang ahli. Asalkan ada satu tim yang memiliki hati untuk menjadi saluran berkat itu semua akan jalan. Berbagai contoh untuk hal ini misalkan :
Kantin sekolah/Koperasi sekolah
Setiap anak pasti diberi uang untuk jajan di sekolah, entah kecil atau besar pastilah orangtua akan membekalinya. Berilah tempat untuk mereka berwirausaha dengan menjual makanan/minuman, layanan fotocopy, penjualan vocer elektronik. Jika koperasi dikembangkan maka jadilah toko koperasi berba ada yang menyediakan penjualan sembilan kekebutuhan pokok. Dengan tujuan membantu biaya sekolah anak-anak pastilah para usahawan hasil bumi akan membantu dengan harga yang minimal, sehingga koperasi mendapat keuntungan.
Mengembangkan budidaya tanaman hias. Selain menguntungkan, sekolah juga asri dan indah
Budidaya perikanan : misalkan ikan Gurame, ikan Mas, Ikan Lele dll
Mengganti tanaman peteduh dengan yang bernilai jual misalkan : mengganti pohon akasiana yang tidak ada nilai jual dengan pohon mangga, sehingga ketika berbuah itu dapat dijual. Menurut pengalaman penulis biasanya satu tanaman mangga yang sedang berbuah akan dihargai kurang lebih 500.000 per pohon dan biasanya mangga akan berbuah paling tidak 2 kali dalam satu tahun. Coba bayangkan jika pendapatan 1 pohon mangga 1.000.000,-- dalam satu tahun dikalikan misalkan ada 50 pohon, maka hasilnya adalah 50.000.000,--
Berilah ketrampilan ektrakurikuler pada siswa yang punya nilai jual misalnya :
a. Sablon. : dengan menguasai sablon siswa dikembangkan membuat usaha percetakan untuk hal ini perlu tenaga guru yang menguasai percetakan sekolah. Usahanya adalah menangani pencetakan kop sekolah, kaos olah raga, sepanduk dll. Lingkupnya tidak hanya di dalam, jika dimungkinkan kembangkan usaha percetakan sampai ke luar missal mencetak kartu undangan pernikahan dll.
b. Elektronik : dengan memberdayakan ketrampilan elektronik siswa dapat menjual hasil karyanya atau dapat membuka tempat service.
c. Menjahit : dengan ketrampilan menjahit siswa akan berwirausaha, misalkan dapat bekerja sama dengan para usahawan yang bergerak dibidang disainer. Menjual seragam sekolah, dibandung atau tempat lainnya banyak yang menjual bahan yang kiloan dari situ dipilih untuk dibuat seragam dan hasilnya dijual.
Memanfaatkan jaringan internet sekolah menjadi warnet. Dari pada anak-anak mengunjungi warnet diluar maka lebih baik di tempat sendiri karena harga akan jauh lebih murah, system keamanan (dari situs porno) akan terbatasi dan terawasi.
Menyewakan lapangan olah raga (indoor) kepada luar yang sudah diketahui kredibilitasnya. Misalkan lapangan bulutangkis. Selain pendapatan diterima dari penyewaan maka kantin sekolah akan buka pendapatannya kembali akan menunjang sekolah khususnya siswa.
Memberdayakan Guru dengan membuka LPK pada malam hari, misalkan kalau guru computer, akan dibuka paket photo shop, corel draw dll (dalam hal ini diusahakan tidak ada kaitannya dengan nilai raport)
Membuka Kost-kost an untuk siswa dari luar kota. Banyak siswa dari luar kota yang bingung mencari kos-kosan, jika sekolah memfasilitasinya maka selain dapat keuntungan juga siswa tidak usah pusing mencari kos-kosan
Kayanya masih banyak peluang-peluang lainnya yang ada disekitar sekolah yang tidak dapat penulis lihat tetapi Bapak/Ibu dapat melihatnya.
Tulisan ini hanya bersifat buah pikir penulis ketika melihat betapa banyaknya saudara-saudara seiman kita yang tidak dapat membiayai anak-anaknya sekolah sehingga mereka hanya mengemis meminta penurunan uang sekolah atau pengurangan uang gedung. Jika usaha sekolah jalan, bisa jadi sekolah tersebut tidak akan dikatakan minus atau bersubsidi lagi, karena semua unsur bergerak untuk mengatasinya seperti yang dikatakan Yakobus 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
Kerja sama yang baik antara Yayasan dan Sekolah
Satu tujuan
Dapat melihat kebutuhan yang ada di sekitar sekolah
Untuk point ke 3 dapat melihat kebutuhan yang ada disekitar tidaklah perlu seorang ahli. Asalkan ada satu tim yang memiliki hati untuk menjadi saluran berkat itu semua akan jalan. Berbagai contoh untuk hal ini misalkan :
Kantin sekolah/Koperasi sekolah
Setiap anak pasti diberi uang untuk jajan di sekolah, entah kecil atau besar pastilah orangtua akan membekalinya. Berilah tempat untuk mereka berwirausaha dengan menjual makanan/minuman, layanan fotocopy, penjualan vocer elektronik. Jika koperasi dikembangkan maka jadilah toko koperasi berba ada yang menyediakan penjualan sembilan kekebutuhan pokok. Dengan tujuan membantu biaya sekolah anak-anak pastilah para usahawan hasil bumi akan membantu dengan harga yang minimal, sehingga koperasi mendapat keuntungan.
Mengembangkan budidaya tanaman hias. Selain menguntungkan, sekolah juga asri dan indah
Budidaya perikanan : misalkan ikan Gurame, ikan Mas, Ikan Lele dll
Mengganti tanaman peteduh dengan yang bernilai jual misalkan : mengganti pohon akasiana yang tidak ada nilai jual dengan pohon mangga, sehingga ketika berbuah itu dapat dijual. Menurut pengalaman penulis biasanya satu tanaman mangga yang sedang berbuah akan dihargai kurang lebih 500.000 per pohon dan biasanya mangga akan berbuah paling tidak 2 kali dalam satu tahun. Coba bayangkan jika pendapatan 1 pohon mangga 1.000.000,-- dalam satu tahun dikalikan misalkan ada 50 pohon, maka hasilnya adalah 50.000.000,--
Berilah ketrampilan ektrakurikuler pada siswa yang punya nilai jual misalnya :
a. Sablon. : dengan menguasai sablon siswa dikembangkan membuat usaha percetakan untuk hal ini perlu tenaga guru yang menguasai percetakan sekolah. Usahanya adalah menangani pencetakan kop sekolah, kaos olah raga, sepanduk dll. Lingkupnya tidak hanya di dalam, jika dimungkinkan kembangkan usaha percetakan sampai ke luar missal mencetak kartu undangan pernikahan dll.
b. Elektronik : dengan memberdayakan ketrampilan elektronik siswa dapat menjual hasil karyanya atau dapat membuka tempat service.
c. Menjahit : dengan ketrampilan menjahit siswa akan berwirausaha, misalkan dapat bekerja sama dengan para usahawan yang bergerak dibidang disainer. Menjual seragam sekolah, dibandung atau tempat lainnya banyak yang menjual bahan yang kiloan dari situ dipilih untuk dibuat seragam dan hasilnya dijual.
Memanfaatkan jaringan internet sekolah menjadi warnet. Dari pada anak-anak mengunjungi warnet diluar maka lebih baik di tempat sendiri karena harga akan jauh lebih murah, system keamanan (dari situs porno) akan terbatasi dan terawasi.
Menyewakan lapangan olah raga (indoor) kepada luar yang sudah diketahui kredibilitasnya. Misalkan lapangan bulutangkis. Selain pendapatan diterima dari penyewaan maka kantin sekolah akan buka pendapatannya kembali akan menunjang sekolah khususnya siswa.
Memberdayakan Guru dengan membuka LPK pada malam hari, misalkan kalau guru computer, akan dibuka paket photo shop, corel draw dll (dalam hal ini diusahakan tidak ada kaitannya dengan nilai raport)
Membuka Kost-kost an untuk siswa dari luar kota. Banyak siswa dari luar kota yang bingung mencari kos-kosan, jika sekolah memfasilitasinya maka selain dapat keuntungan juga siswa tidak usah pusing mencari kos-kosan
Kayanya masih banyak peluang-peluang lainnya yang ada disekitar sekolah yang tidak dapat penulis lihat tetapi Bapak/Ibu dapat melihatnya.
Tulisan ini hanya bersifat buah pikir penulis ketika melihat betapa banyaknya saudara-saudara seiman kita yang tidak dapat membiayai anak-anaknya sekolah sehingga mereka hanya mengemis meminta penurunan uang sekolah atau pengurangan uang gedung. Jika usaha sekolah jalan, bisa jadi sekolah tersebut tidak akan dikatakan minus atau bersubsidi lagi, karena semua unsur bergerak untuk mengatasinya seperti yang dikatakan Yakobus 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.
DALAM KELEMAHAN MENJADI BERBUAH YOHANES 15 : 3 – 5
1. SADAR AKAN KELEMAHAN KITA.
DIKATAKAN JIKA KITA INGIN BERBUAH KITA HARUS,KUDU,WAJIB TINGGAL MELEKAT SAMA SEPERTI RANTING YANG MELEKAT PADA POKOKNYA.
ITU BERARTI KITA SADAR KALAU KITA INI LEMAH DAN SELALU BERGANTUNG DARI POKOK YAKNI TUHAN YESUS.
KITA SADAR KALAU KITA LEMAH. MASMUR 102 : 1 – 12
SEHINGGA KITA SELALU PERCAYA DAN SELALU MENGANDALKAN TUHAN MASMUR 102 : 13 – 29.
2. MENYERAHKAN KELEMAHAN KEPADA TUHAN. 1 PETRUS 5 : 7, MAZMUR 37 : 5, MAZMUR 55 : 23, AMSAL 16 : 3
DENGAN MEMBIARKAN DIRI KITA BERTAUT KEPADA TUHAN ADALAH SALAH SATU BUKTI KITA BERSERAH. PERNAHKAN SAUDARA MEMERIKSA DAHULU KETIKA KITA AKAN DUDUK DAN MENGOYANG-GOYANGKAN KURSI TERSEBUT BARU DUDUK ? BERARTI KETIKA KITA INGIN DUDUK KITA TIDAK PERCAYA APAKAH KURSI TERSEBUT MAMPU MENAHAN BEBAN TUBUH KITA. PERNAKAH SAUDARA BERTANYA TANYA APAKAH TUHAN MEMBERKATI KITA ? JIKA DEMIKIAN SAMA ARTINYA SAUDARA SEDANG MENGOYANG GOYANGKAN KURSI DAN MENCOBA-COBA SEDIKIT-SEDIKIT UNTUK DUDUK DAN MENYERAHKAN BADAN SAUDARA UNTUK DUDUK DIKURSI.
MARILAH KITA BERLAJAR SEPERTI SEORANG ANAK YANG MEMPERCAYAKAN KEHIDUPANNYA KEPADA ORANGTUA, PERNAKAH SAUDARA MENDENGAR SEORANG ANAK BERTANYA PADA ORANGTUANYA APAKAH BAPA SANGGUP MENGHIDUPI KITA ANAK-ANAKNYA? JIKA ADA ITU NAMANYA ANAK TIDAK TAHU DIRI,
3. PERCAYALAH. AMSAL 3 : 5
KETIKA KITA KITA SADAR AKAN KELEMAHAN KITA DAN MENYERAHKAN KEPADA TUHAN MAKA TUHAN AKAN MENOLONG KEJADIAN 15 : 6, MAZMUR 22 : 6,
4. JIKA KITA TURUN TANGAN, TUHAN ANGKAT TANGAN TETAPI JIKA KITA ANGKAT TANGAN TUHAN AKAN TURUN TANGAN MEMBANTU KITA.
5. AMIN.
DIKATAKAN JIKA KITA INGIN BERBUAH KITA HARUS,KUDU,WAJIB TINGGAL MELEKAT SAMA SEPERTI RANTING YANG MELEKAT PADA POKOKNYA.
ITU BERARTI KITA SADAR KALAU KITA INI LEMAH DAN SELALU BERGANTUNG DARI POKOK YAKNI TUHAN YESUS.
KITA SADAR KALAU KITA LEMAH. MASMUR 102 : 1 – 12
SEHINGGA KITA SELALU PERCAYA DAN SELALU MENGANDALKAN TUHAN MASMUR 102 : 13 – 29.
2. MENYERAHKAN KELEMAHAN KEPADA TUHAN. 1 PETRUS 5 : 7, MAZMUR 37 : 5, MAZMUR 55 : 23, AMSAL 16 : 3
DENGAN MEMBIARKAN DIRI KITA BERTAUT KEPADA TUHAN ADALAH SALAH SATU BUKTI KITA BERSERAH. PERNAHKAN SAUDARA MEMERIKSA DAHULU KETIKA KITA AKAN DUDUK DAN MENGOYANG-GOYANGKAN KURSI TERSEBUT BARU DUDUK ? BERARTI KETIKA KITA INGIN DUDUK KITA TIDAK PERCAYA APAKAH KURSI TERSEBUT MAMPU MENAHAN BEBAN TUBUH KITA. PERNAKAH SAUDARA BERTANYA TANYA APAKAH TUHAN MEMBERKATI KITA ? JIKA DEMIKIAN SAMA ARTINYA SAUDARA SEDANG MENGOYANG GOYANGKAN KURSI DAN MENCOBA-COBA SEDIKIT-SEDIKIT UNTUK DUDUK DAN MENYERAHKAN BADAN SAUDARA UNTUK DUDUK DIKURSI.
MARILAH KITA BERLAJAR SEPERTI SEORANG ANAK YANG MEMPERCAYAKAN KEHIDUPANNYA KEPADA ORANGTUA, PERNAKAH SAUDARA MENDENGAR SEORANG ANAK BERTANYA PADA ORANGTUANYA APAKAH BAPA SANGGUP MENGHIDUPI KITA ANAK-ANAKNYA? JIKA ADA ITU NAMANYA ANAK TIDAK TAHU DIRI,
3. PERCAYALAH. AMSAL 3 : 5
KETIKA KITA KITA SADAR AKAN KELEMAHAN KITA DAN MENYERAHKAN KEPADA TUHAN MAKA TUHAN AKAN MENOLONG KEJADIAN 15 : 6, MAZMUR 22 : 6,
4. JIKA KITA TURUN TANGAN, TUHAN ANGKAT TANGAN TETAPI JIKA KITA ANGKAT TANGAN TUHAN AKAN TURUN TANGAN MEMBANTU KITA.
5. AMIN.
Rabu, 18 Juni 2008
PERBUATAN KECIL TETAPI BERGUNA
File : runungan by Yosep Humawijaya
Ketika mengawali sebuah rencana kerja, mengawali suatu pekerjaan, mengawali suatu perencanaan hidup, mengawali hari, kita selalu membuat skedul rencana yang baik dan kadang membuatnya sangat sempuna. Kita ingin berbuat sesuatu yang besar menurut ukuran kita. Dalam suatu kejadian menggambarkan suatu tidakan yang kecil yakni dengan membagikan traktat dapat mencegah kematian seseorang dari pencobaan bunuh diri, demikian ceritanya : Pada setiap Minggu siang, yaitu sesudah ibadah pagi berakhir, Pak Pendeta dengan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun selalu pergi ke kota untuk membagikan traktat. Namun pada hari Minggu siang itu udara di luar terasa sangat dingin karena hujan telah menyirami bumi sejak pagi. Ketika saat untuk membagikan traktat tiba, anak laki-laki itu mulai bersiap-siap mengenakan baju hangatnya dan berkata, "Aku sudah siap, Pa!" "Siap untuk apa?" Pendeta itu menjawab. "Pa, bukankah ini waktu bagi kita untuk membagikan traktat-traktat ini?". Pendeta itu menjawab, "Nak... di luar udara sangat dingin dan hujan masih turun." Anak itu memandang papanya dengan penuh keheranan, "Tapi Pa, meskipun hujan turun, bukankah masih ada banyak orang yang belum mengenal Yesus dan mereka nanti akan masuk neraka?" Pendeta itu menjawab, "Tapi nak... aku tidak ingin pergi dalam cuaca seperti ini." Dengan sedih anak itu memohon, "Pa... aku harus pergi, boleh, kan?" Pendeta itu ragu-ragu sejenak lalu berkata, "Kamu tetap ingin pergi? Kalau begitu, ini traktat-traktatnya dan hati-hatilah di jalan, ya." "Terima kasih, Pa!!!" Lalu anak itu bergegas meninggalkan rumah dan pergi menembus hujan dan udara luar yang sangat dingin.Anak laki-laki berusia sebelas tahun ini berjalan di sepanjang jalan-jalan kota sambil membagi-bagikan traktat Injil dari rumah ke rumah. Setiap orang yang ditemuinya di jalan diberinya traktat. Sesudah 2 jam berjalan di tengah-tengah hujan, anak ini menggigil kedinginan tapi masih ada satu traktat Injil terakhir yang masih di tangannya. Lalu ia berhenti di suatu sudut jalan dan mencari seseorang yang dapat diberinya traktat, tapi jalanan itu sudah sepi sama sekali. Lalu ia menuju ke rumah pertama yang dilihatnya di ujung jalan itu. Ia berjalan mendekati pintu depan rumah itu dan membunyikan bel. Setelah ia memencet bel, tidak ada jawaban dari dalam. Lalu ia memencet bel lagi dan lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Ditunggunya lagi beberapa waktu, namun masih saja tidak ada jawaban. Akhirnya, anak laki-laki ini memutuskan untuk pergi, tapi ada sesuatu yang mencegah keinginannya untuk pergi, maka sekali lagi, dia menuju pintu, memencet bel dan mengetuk pintu keras-keras dengan tangannya. Ia menunggu, ada perasaan kuat yang membuatnya tetap ingin menunggu di depan rumah itu. Dia memencet bel lagi, dan kali ini pintu itu perlahan-lahan dibuka. Nampak seorang wanita yang berwajah sedih berdiri di depan pintu. Wanita itu dengan pelan bertanya, "Ada apa, nak? Apa yang dapat kulakukan untukmu?" Dengan mata bersinar-sinar dan tersenyum, anak laki-laki ini berkata, "Ibu, maafkan aku karena mengganggumu, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu, dan aku datang ke rumah ini untuk memberikan traktat Injil terakhir yang aku miliki. Traktat Injil ini akan menolong Ibu untuk dapat mengetahui segala sesuatu tentang Yesus dan Kasih-Nya yang besar." Anak itu memberikan traktat terakhirnya kepada wanita itu dan ia segera pergi. Saat beranjak pergi, wanita itu berkata, "Terima kasih, Nak! Tuhan memberkatimu!" Hari Minggu berikutnya, Pak Pendeta, papa dari anak laki-laki tadi, berdiri di balik mimbar dan memulai ibadahnya dengan pertanyaan, "Adakah di antara jemaat yang ingin memberikan kesaksian atau ingin membagikan sesuatu?" Di barisan kursi paling belakang, seorang wanita terlihat perlahan-lahan berdiri. Saat ia mulai bicara, nampak wajahnya berseri-seri dan ia berkata,"Tidak satupun di antara anda yang mengenal aku. Aku belum pernah ke gereja ini sebelumnya. Anda perlu ketahui, hari Minggu yang lalu aku bukanlah seorang Kristen. Suamiku telah meninggal beberapa waktu yang lalu dan meninggalkan aku sendiri di dunia ini." "Hari Minggu yang lalu," lanjut wanita itu, "dinginnya hatiku melebihi dinginnya cuaca dan hujan di luar rumah. Aku berpikir aku tidak kuat dan tidak sanggup lagi untuk hidup. Lalu aku mengambil tali dan sebuah kursi, kemudian naik tangga menuju ke loteng rumah. Aku mengencangkan ikatan tali kuat-kuat di palang kayu penopang atap, lalu berdiri di kursi dan mengikatkan ujung tali yang lain di leherku. Aku berdiri di kursi itu dengan hati yang hancur. Saat aku hendak menendang kursi itu, tiba-tiba bel rumahku berbunyi nyaring." "Aku menunggu beberapa saat sambil bertanya dalam hati, 'siapakah yang membunyikan bel itu?'. Aku menunggu lagi, karena bel itu berkali-kali berbunyi dan semakin lama kedengarannya semakin nyaring, apalagi ketika terdengar ketokan pintu. 'Siapa yang melakukan hal ini?' tanyaku dalam hati, 'Tak ada orang yang pernah membunyikan bel rumah dan mengunjungiku'. Lalu aku mengendorkan ikatan di leherku dan bel yang berbunyi mengiringi langkahku menuju pintu depan di lantai bawah." "Ketika kubuka pintu, aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat, karena di teras rumahku berdiri seorang anak anak laki-laki yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Wajahnya berseri-seri seperti malaikat dan senyumnya... oh aku tidak dapat menggambarkannya pada anda! Dan perkataan yang diucapkannya sungguh menyentuh hatiku yang telah lama beku, 'Ibu, aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu.' Lalu dia memberiku traktat Injil yang saat ini kupegang." "Saat malaikat kecil itu menghilang dari rumahku, menembus dingin udara dan hujan, aku menutup pintu dan membaca setiap kata dalam traktat Injil ini. Aku kembali ke loteng untuk mengambil tali dan kursi yang akan kupakai untuk bunuh diri, karena aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Anda lihat, sekarang aku seorang Anak Raja yang bahagia dan karena ada alamat gereja ini di bagian belakang traktat, maka aku datang ke tempat ini untuk mengucapkan terima kasih pada malaikat kecil yang datang tepat pada waktu aku membutuhkannya. Tindakannya itu telah menyelamatkan jiwaku dari hukuman neraka yang kekal." Seluruh jemaat di gereja itu meneteskan air mata. Seiring dengan pujian syukur yang dinaikkan untuk memuliakan Raja, yang bergema di setiap sudut bangunan gereja, Pak Pendeta turun dari mimbar dan pergi menuju ke bangku dibarisan depan, tempat dimana "malaikat kecil" itu duduk. Pak Pendeta itu menangis tak tertahankan dalam pelukan anaknya.
Menurut menyelidikan pesawat ulang aling chelenger, meledak disebabkan karena benturan sebuah spon yang terlepas ketika tanki bahan baka terakhir dilepas, spon itu sendiri sangat ringan terhempas dengan kecepatan tinggi. Menurut penyelidikan dengan kecepatan demikian maka spon dapat melubangi plat yang sangat kuat dan dapat menahan panas ribuan Celsius. Hal ini untuk mengantisipasi pergesekan udara ketika masuk ke atmosfir bumi. Dengan terhempasnya spon kecil dan sangat ringan menghantam sayap pesawat dan membuat lubang 25cm. maka ketika pesawat meluncur memasuki atmosfir bumi maka gesekan udara yang sangat panas merayap masuk melalu lubang tersebut, semakin lama semakin panas, dan akhirnya meledak.
Akhir kata perenungan : janganlah menganggap remeh sesuatu tindakan yang kecil dari orang lain. Atau apa yang kita ingin kerjakan. Walaupun sekecil apapun. Pepatah mengatakan seribu langkah terjadi karena satu langkah yang mengawalnya.Amin.
Ketika mengawali sebuah rencana kerja, mengawali suatu pekerjaan, mengawali suatu perencanaan hidup, mengawali hari, kita selalu membuat skedul rencana yang baik dan kadang membuatnya sangat sempuna. Kita ingin berbuat sesuatu yang besar menurut ukuran kita. Dalam suatu kejadian menggambarkan suatu tidakan yang kecil yakni dengan membagikan traktat dapat mencegah kematian seseorang dari pencobaan bunuh diri, demikian ceritanya : Pada setiap Minggu siang, yaitu sesudah ibadah pagi berakhir, Pak Pendeta dengan anak laki-lakinya yang berumur 11 tahun selalu pergi ke kota untuk membagikan traktat. Namun pada hari Minggu siang itu udara di luar terasa sangat dingin karena hujan telah menyirami bumi sejak pagi. Ketika saat untuk membagikan traktat tiba, anak laki-laki itu mulai bersiap-siap mengenakan baju hangatnya dan berkata, "Aku sudah siap, Pa!" "Siap untuk apa?" Pendeta itu menjawab. "Pa, bukankah ini waktu bagi kita untuk membagikan traktat-traktat ini?". Pendeta itu menjawab, "Nak... di luar udara sangat dingin dan hujan masih turun." Anak itu memandang papanya dengan penuh keheranan, "Tapi Pa, meskipun hujan turun, bukankah masih ada banyak orang yang belum mengenal Yesus dan mereka nanti akan masuk neraka?" Pendeta itu menjawab, "Tapi nak... aku tidak ingin pergi dalam cuaca seperti ini." Dengan sedih anak itu memohon, "Pa... aku harus pergi, boleh, kan?" Pendeta itu ragu-ragu sejenak lalu berkata, "Kamu tetap ingin pergi? Kalau begitu, ini traktat-traktatnya dan hati-hatilah di jalan, ya." "Terima kasih, Pa!!!" Lalu anak itu bergegas meninggalkan rumah dan pergi menembus hujan dan udara luar yang sangat dingin.Anak laki-laki berusia sebelas tahun ini berjalan di sepanjang jalan-jalan kota sambil membagi-bagikan traktat Injil dari rumah ke rumah. Setiap orang yang ditemuinya di jalan diberinya traktat. Sesudah 2 jam berjalan di tengah-tengah hujan, anak ini menggigil kedinginan tapi masih ada satu traktat Injil terakhir yang masih di tangannya. Lalu ia berhenti di suatu sudut jalan dan mencari seseorang yang dapat diberinya traktat, tapi jalanan itu sudah sepi sama sekali. Lalu ia menuju ke rumah pertama yang dilihatnya di ujung jalan itu. Ia berjalan mendekati pintu depan rumah itu dan membunyikan bel. Setelah ia memencet bel, tidak ada jawaban dari dalam. Lalu ia memencet bel lagi dan lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Ditunggunya lagi beberapa waktu, namun masih saja tidak ada jawaban. Akhirnya, anak laki-laki ini memutuskan untuk pergi, tapi ada sesuatu yang mencegah keinginannya untuk pergi, maka sekali lagi, dia menuju pintu, memencet bel dan mengetuk pintu keras-keras dengan tangannya. Ia menunggu, ada perasaan kuat yang membuatnya tetap ingin menunggu di depan rumah itu. Dia memencet bel lagi, dan kali ini pintu itu perlahan-lahan dibuka. Nampak seorang wanita yang berwajah sedih berdiri di depan pintu. Wanita itu dengan pelan bertanya, "Ada apa, nak? Apa yang dapat kulakukan untukmu?" Dengan mata bersinar-sinar dan tersenyum, anak laki-laki ini berkata, "Ibu, maafkan aku karena mengganggumu, tapi aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu, dan aku datang ke rumah ini untuk memberikan traktat Injil terakhir yang aku miliki. Traktat Injil ini akan menolong Ibu untuk dapat mengetahui segala sesuatu tentang Yesus dan Kasih-Nya yang besar." Anak itu memberikan traktat terakhirnya kepada wanita itu dan ia segera pergi. Saat beranjak pergi, wanita itu berkata, "Terima kasih, Nak! Tuhan memberkatimu!" Hari Minggu berikutnya, Pak Pendeta, papa dari anak laki-laki tadi, berdiri di balik mimbar dan memulai ibadahnya dengan pertanyaan, "Adakah di antara jemaat yang ingin memberikan kesaksian atau ingin membagikan sesuatu?" Di barisan kursi paling belakang, seorang wanita terlihat perlahan-lahan berdiri. Saat ia mulai bicara, nampak wajahnya berseri-seri dan ia berkata,"Tidak satupun di antara anda yang mengenal aku. Aku belum pernah ke gereja ini sebelumnya. Anda perlu ketahui, hari Minggu yang lalu aku bukanlah seorang Kristen. Suamiku telah meninggal beberapa waktu yang lalu dan meninggalkan aku sendiri di dunia ini." "Hari Minggu yang lalu," lanjut wanita itu, "dinginnya hatiku melebihi dinginnya cuaca dan hujan di luar rumah. Aku berpikir aku tidak kuat dan tidak sanggup lagi untuk hidup. Lalu aku mengambil tali dan sebuah kursi, kemudian naik tangga menuju ke loteng rumah. Aku mengencangkan ikatan tali kuat-kuat di palang kayu penopang atap, lalu berdiri di kursi dan mengikatkan ujung tali yang lain di leherku. Aku berdiri di kursi itu dengan hati yang hancur. Saat aku hendak menendang kursi itu, tiba-tiba bel rumahku berbunyi nyaring." "Aku menunggu beberapa saat sambil bertanya dalam hati, 'siapakah yang membunyikan bel itu?'. Aku menunggu lagi, karena bel itu berkali-kali berbunyi dan semakin lama kedengarannya semakin nyaring, apalagi ketika terdengar ketokan pintu. 'Siapa yang melakukan hal ini?' tanyaku dalam hati, 'Tak ada orang yang pernah membunyikan bel rumah dan mengunjungiku'. Lalu aku mengendorkan ikatan di leherku dan bel yang berbunyi mengiringi langkahku menuju pintu depan di lantai bawah." "Ketika kubuka pintu, aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat, karena di teras rumahku berdiri seorang anak anak laki-laki yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Wajahnya berseri-seri seperti malaikat dan senyumnya... oh aku tidak dapat menggambarkannya pada anda! Dan perkataan yang diucapkannya sungguh menyentuh hatiku yang telah lama beku, 'Ibu, aku hanya ingin mengatakan bahwa Yesus sungguh-sungguh mengasihimu.' Lalu dia memberiku traktat Injil yang saat ini kupegang." "Saat malaikat kecil itu menghilang dari rumahku, menembus dingin udara dan hujan, aku menutup pintu dan membaca setiap kata dalam traktat Injil ini. Aku kembali ke loteng untuk mengambil tali dan kursi yang akan kupakai untuk bunuh diri, karena aku sudah tidak membutuhkannya lagi. Anda lihat, sekarang aku seorang Anak Raja yang bahagia dan karena ada alamat gereja ini di bagian belakang traktat, maka aku datang ke tempat ini untuk mengucapkan terima kasih pada malaikat kecil yang datang tepat pada waktu aku membutuhkannya. Tindakannya itu telah menyelamatkan jiwaku dari hukuman neraka yang kekal." Seluruh jemaat di gereja itu meneteskan air mata. Seiring dengan pujian syukur yang dinaikkan untuk memuliakan Raja, yang bergema di setiap sudut bangunan gereja, Pak Pendeta turun dari mimbar dan pergi menuju ke bangku dibarisan depan, tempat dimana "malaikat kecil" itu duduk. Pak Pendeta itu menangis tak tertahankan dalam pelukan anaknya.
Menurut menyelidikan pesawat ulang aling chelenger, meledak disebabkan karena benturan sebuah spon yang terlepas ketika tanki bahan baka terakhir dilepas, spon itu sendiri sangat ringan terhempas dengan kecepatan tinggi. Menurut penyelidikan dengan kecepatan demikian maka spon dapat melubangi plat yang sangat kuat dan dapat menahan panas ribuan Celsius. Hal ini untuk mengantisipasi pergesekan udara ketika masuk ke atmosfir bumi. Dengan terhempasnya spon kecil dan sangat ringan menghantam sayap pesawat dan membuat lubang 25cm. maka ketika pesawat meluncur memasuki atmosfir bumi maka gesekan udara yang sangat panas merayap masuk melalu lubang tersebut, semakin lama semakin panas, dan akhirnya meledak.
Akhir kata perenungan : janganlah menganggap remeh sesuatu tindakan yang kecil dari orang lain. Atau apa yang kita ingin kerjakan. Walaupun sekecil apapun. Pepatah mengatakan seribu langkah terjadi karena satu langkah yang mengawalnya.Amin.

Ada dua hal yang tidak dapat diulang :
yang pertama adalah UANG dan yang kedua adalah WAKTU
ketika anda membelanjakan uang, maka anda tidakbisa mengambil uang itu kembali anda harus mencari uang yang lain
yang kedua adalah waktu : ketika anda menggunakan waktu, maka anda tidak bisa dia kembali, yang ada hanya menunggu kesempatan itu pada waktu yang lain. jadi gunakan uang dan waktu mu sebaik-baiknya
======================
ketika kita ingin sukses dan maju seribu langkah kita sering memikirkan goal akhir tanpa mau bertindak selangkah. kapankan goal itu akan dicapai.
======================
Hidup ini semua sudah diatur salah satunya adalah hukum alam dan masih banyak aturan-aturan main yang lain. Pertanyaannya adalah apakah kita Hidup ini sebenarnya tidak susah banget jika kita jalani dengan benar sesuai aturan. Yang jadi membuat kita susah dan bermasalah adalah jika kita keluar dari aturan, tidak taat dan menjadi pemberontak. dengan menjalani aturan bukan berarti kita menjadi robot/mesin tetapi hidup kita akan lebih teratur dan santai. Jika demikian maka hidup kita berkwalitas dan bermutu jika kita mengikuti aturan.
=======================
Kadang kita tidak bisa melihat kelebihan orang lain, kalaupun kita melihat kelebihan orang lain yang timbul dalam hati kita adalah rasa iri hati dan rasa dikalahkan sehingga kita berusaha untuk mengunggulinya, apakah untungnya jika kita unggul dari orang lain jika yang mendasarinya rasa iri dan tidak mau kalah ?
=======================
Untuk menjadi besar tidak terjadi secara instan/sekali jadi. dari yang kecil terkumpul jadi besar,
dari yang sedikit terkumpul menjadi banyak, semua begitu sesuai dengan hukum alam, dari biji yang kecil, lebih kecil dari telapak tangan kita jika bertumbuh menjadi pohon yang besar, besar melebihi tubuh kit, jadi jangan remehkan yang kecil.
======================
Orang miskin dihindari semua orang.
=======================
Langkah menuju sukses :Memeriksa pekerjaan yang suka anda lakukan. Lalu lakukan pekerjaan itu dengan hati yang gembira, sukses adalah mencintai pekerjaan anda. Berdoalah sesuai dengan keyakinan anda, Karena segala sesuatu dari DIA dan Oleh DIA semua tercipta. Langkah yang berikutnya adalah usahakan pekerjaan anda tidak hanya berakibat baik bagi anda sendiri, pekerjaan anda tidak hanya untuk kepentingan anda sendirian kalau itu yang anda pikirkan maka anda akan mengusahakan dengan seumua cara, jadi sukses yang anda capai paling tidak anda menjadi saluran berkat.
Langganan:
Komentar (Atom)