Rabu, 29 Oktober 2008

mengapa baru bersyukur sekarang


25 Oktober 2008.


Karena merasa tidak nyaman dengan kacamata saya yang hanya plus saja, saya berkeinginan untuk ganti kacamata, ini dirasakan sangat mengganggu jika harus melihat jarak jauh terus melihat ke jarak dekat. Hal ini sangat melelahkan mata saya dan membuat pusing.
Jadilah saya ke toko kaca mata dan diukur untuk membuat kacamata biar akuran ukurannya.
Dua hari kemudian kaca mata saya selesai, dan saya mencoba. Ternyata dengan kaca mata campur (plus dan nol untuk jarak jauh) juga harus belajar dulu untuk menyesuaikan dan itu juga tidak nyaman sekali.
Dalam perjalanan saya berpikir mengapa harus kehilangan dahulu kita dapat bersyukur ya? Betapa nikmatnya melihat tanpa harus menyesuaikan jarak pandang.
Inilah pelajaran buat saya, hal hal yang biasa jadi luar biasa kalau hilang dari kita misalkan kita tidak bersyukur dengan cinta, kasih sayang, perhatian dari orang sekitar kita, bersyukur dengan yang kita miliki, bahkan kadang kita membandingkan dengan yang dimiliki orang lain rasanya jauh lebih baik, rasanya jauh lebih beruntung.
Ya Tuhan ajarlah aku mulai sekarang bersyukur, bersyukur dalam segala hal dan keadaan. Amin